Dunia usaha makin lama makin meluas operasinya. Perusahaan tentunya harus tetap bertahan hidup serta tidak mengalami kerugian. Dengan kata lain perusahaan memerlukan laba supaya bisa bertahan dan berkembang dan mencakup kualitas, harga, jumlah, ketepatan waktu, pelayanan, dan manfaat hasil produksinya.
Tentunya masalah sekuriti dalam dunia usaha perlu diperhatikan, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan organisasi / perusahaan secara keseluruhan, bahkan sudah merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan.
Strategi tentang pengorganisasian dan pengawasan sekuriti untuk mencegah kerugian diperusahaan sangat bergantung kepada cakupan pengertian mengenai pencegahan, sekuriti dan pengertian kerugian yang dianut.
Pengertian Sistem
i) Sistem tertutup, yaitu sistem yang perilaku unsur-unsurnya tidak terpengaruh oleh faktor diluar sistem.
ii) Sistem terbuka, yaitu sistem yang mempunyai kaitan fungsional dengan sistem yang lebih besar dan perilaku unsur-unsurnya saling mempengaruhi dengan faktor diluar sistem.
Perusahaan Sebagai Suatu Sistem
Sekuriti Sebagai Kebutuhan Mutlak Untuk Kelangsungan Hidup Perusahaan
Sekuriti pada hakekatnya mlekat pada setiap aspek kehidupan dan berkaitan dengan berbagai kepentingan yang harus diperjuangkan, mulai dari kepetingan individu, kelompok, organisasi/perusahaan sampai kepentingan nasional.
Sekuriti sebagaimana disebutkan oleh Richard S. Post dan Arthur A. Kingsbury (1977, hal.9) terdiri dari Sembilan unsur, yakni :
Tataran Sekuriti
Tataran sekuriti (perusahaan) mencakup keseluruhan proses dan unsure komponen yang ada dan berlangsung dalam perusahaan, yaitu :
Ada lima aspek utama yang harus dipenuhi seorang personil sekuriti perusahaan, yaitu :
i) Unsur material/peralatan yang mengandung muatan kerawanan
1.1.1.1. Spesifikasi tekhnik material/peralatan yang tidak cocok dengan kebutuhan
1.1.1.2. Instalasi / penempatan peralatan yang tidak sesuai dengan persyaratan
operasional
1.1.1.3. Usia pakai material/peralatan
ii) Fungsi manajamen peralatan yang mencakup manajemen pengadaan, perawatan dan Penghapusan
Secara mudah dapat diketahui bahwa kegiatan pencapaian tujuan atau proses operasional perusahaan sangat dipengaruhi oleh tersedianya serta kualitas dari fasilitas dan jasa yang mendukung.
i) Keuangan merupakan suatu modal guna membiayan oeprasional perusahaan
ii) Uang menjadi tujuan yang dihasilkan oleh perusahaan dalam bentuk keuntungan atau berupa resiko
iii) Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain : pendataan kebutuhan keuangan, kebijakan dan wewenangan yang jelas serta tanggungjawab dan hak, ketatalaksanaan yang cermat, dan pengamatan khusus
Kesimpulan
Mengingat bahwa masalah sekuriti selalu melekat pada seluruh aspek dari perusahaan, dan potensial menimbulkan kerugian pada perusahaan, maka “sekuriti perusahaan” perlu mendapat perhatian khusus.
Para eksektuif perusahaan dan para pimpinan ditiap tingkatan perlu memiliki “wawasan luas tentang sekuriti perusahaan” sehingga pengorganisasian dan pengawasan sekuriti termasuk teknik untuk mencegah kerugian diperusahaan dapat efektif.
Strategi efektif dalam pengorganisasian dan pengawasan security untuk mencegah kerugian diperusahaan identik dengan strategi mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.
Pentingnya disusun pembabakan strategi perusahaan kedalam strategi jangka panjang, sedang dan pendek.